Selasa, 07 Agustus 2018

DAFTAR TILIK PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK PUSKESMAS

DAFTAR TILIK PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK






UPT PUSKESMAS
.................

PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK



DAFTAR TILIK

 








No. Kode
:
Terbitan
:
No. Revisi                    
:
Tgl. Mulai Berlaku 
:
Halaman   







                   











daftar Tilik Anafilaktif,akreditasi ,puskesmas,sop,panduan,kak,
Daftar Tilik Syok Anafilaktif



DAFTAR TILIK PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIK PUSKESMAS



No

Langkah Kegiatan

Ya

Tidak

Tidak Berlaku

1

Apakah

Petugas menghentikan pemberian obat penyebab reaksi anafilaktik

2

Apakah

Kursi gigi diubah posisi dengan kepala pasien lebih rendah dari kaki.

3

Apakah

Petugas mempertahankan respirasi:

4

Apakah

Petugas memberikan suntukan epinefrim 0,5 – 1 mL  sk/lm.

5

Apakah

Petugas mengobservasi pasien sekitar 5 – 10 menit

6

Apakah

Bila keadaan belum berubah petugas mengulang pemberian epinefrim 0,5 – 1 mL  sk/lm

7

Apakah

Lalu petugas melakukan observasi lagi 5 – 10 menit

8

Apakah

Bila tidak ada kegawatan pasien, atau membaik, petugas mempersilahkan pasien pulang.

9

Apakah

Bila masih ada kegawatan petugas melakukan injeksi difenhydramin 10-20 mg iv dan dexamethasone 5-10 mg iv.

10

Apakah

Observasi lagi selama 1-2 jam.

11

Apakah

Bila tidak ada perbaikan maka dirujuk ke Rumah Sakit.

12

Apakah

Bila ada perbaikam, petugas melakukan konseling kepada pasien.

13

Apakah

Petugas memberikan resep : Dexamethason, difenhydramin tab.

14

Apakah

Petugas melakukan pencatatan di buku register

15

Apakah

Pasien diperbolehkan pulang.





SOP PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIF

SOPENANGANAN SYOK ANAFILAKTIF






PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIF

 









SOP
No. Dokumen
:SOP/UKP/RJ/01
No. Revisi
: 00
Tgl. Terbit
: 23/01/201
Halaman
: ½

UPT PUSKESMAS
.................


1. Pengertian
Syok anafilaktik adalah kondisi syok yang diakibatkan reaksi alergi atau sensitif terhadap suatu jenis obat yang diberikan pada saat perawatan.
2. Tujuan
Sebagai pedoman kerja bagi dokter gigi dan perawat gigi dalam menanggulangi terjadinya kegawatdaruratan medik gigi karena syok anafilaktik
3.    3. Kebijakan
SK Kepala Puskesmas ................. No.188.4/003/I/201 tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas .................
4. Referensi
http://www.alodokter.com/syok-anafilaktik

5. Prosedur
1.    Petugas menghentikan pemberian obat penyebab reaksi anafilaktik
2.    Kursi gigi diubah posisi dengan kepala pasien lebih rendah dari kaki
3.    Petugas mempertahankan respirasi:
a.    Airway, bebaskan jalan nafas
b.    Breating, memberikan bantuan nafas dan oksigen.
c.    Circulation, mengembalikan fungsi jantung dan peredaran darah.
4.    Petugas memberikan suntukan epinefrim 0,5 – 1 mL  sk/lm
5.    Petugas mengobservasi pasien sekitar 5 – 10 menit
6.    Bila keadaan belum berubah petugas mengulang pemberian epinefrim 0,5 – 1 mL  sk/lm
7.    Lalu petugas melakukan observasi lagi 5 – 10 menit
8.    Bila tidak ada kegawatan pasien, atau membaik, petugas mempersilahkan pasien pulang.
9.    Bila masih ada kegawatan petugas melakukan injeksi difenhydramin 10-20 mg iv dan dexamethasone 5-10 mg iv.
10. Observasi lagi selama 1-2 jam.
11. Bila tidak ada perbaikan maka dirujuk ke Rumah Sakit.
12. Bila ada perbaikan petugas melakukan konseling kepada pasien.
13. Petugas memberikan resep : Dexamethason, difenhydramin tab.
14. Petugas melakukan pencatatan di buku register
15. Pasien diperbolehkan pulang.





6. Diagram Alir







 
SOP, PENANGANAN, SYOK, ANAFILAKTIF,AKREDITASI,PUSKESMAS,
DIAGRAM ALIR PENANGANAN SYOK ANAFILAKTIF
7. Unit terkait
Ruang Pemeriksaan Gigi dan Mulut
Ruang Pemeriksaan kesehatan Umum
UGD
Ruang Persalinan
8. Dokumen terkait
Kartu tanda berobat, buku register, rekam medik
9. Distribusi
Semua ruangan









































10. Rekaman historis  perubahan


No
Yang dirubah
Isi Perubahan
Tgl.mulai diberlakukan