Selasa, 24 Oktober 2017

KESLING PANDUAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS,AKRIDITASI PUSKESMAS


PANDUAN  PEMANTAUAN

LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS





PANDUAN  PEMANTAUAN  LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS,AKREDITASI PUSKESMAS
Panduan Lingkungan fisik puskesmas



KEGIATAN PEMANTAUAN
 LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS



PEDOMAN
No. Dokumen  :
No. Revisi:
Tanggal Terbit                       :

Puskesmas






BAB I
DEFINISI

Adalah kegiatan Pemeriksaan dan pemeliharaan lingkungan puskesmas yang sehat sesuai dengan standart dan persyaratan.
Puskesmas merupakan sarana kesehatan terdepan yang berfungsi sebagai penggerak pembangunan yang berwawasan kesehatan,yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Puskesmas sebagai sarana pelayanan umum,wajib memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standart dan persyaratan.
Penyehatan lingkungan puskesmas adalah segala upaya untuk menyehatkan dan memelihara lingkungan puskesmas sehingga tidak mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.



BAB II
RUANG LINGKUP

I.      SASARAN
a.    Lingkungan bangunan puskesmas (lokasi,halaman,kontruksi bangunan,suhu,kelembaban,pencahayaan,debu, dan kebisingan)
b.   Sarana dan fasilitas sanitasi (air bersih,kamar mandi,dan jamban,sarana pembuangan air limbah,sampah,wastafel dan fasilitas sanitasi dan keamanan lainnya,instalasi)
II.     PELAKSANAAN
a.   Fungsi dan peran
Fungsi dan peran Puskesmas Banyasin dalam kegiatan pemantauan lingkungan fisik puskesmas adalah :
1.   Kepala Puskesmas sebagai penanggungjawab kegiatan
2.   Tenaga Kesling bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan pemantauan lingkungan fisik puskesmas.
b.  Sarana dan Prasarana :
1.   Jadwal pemantauan
2.   Ceklis pemantauan
3.   Laporan hasil




BAB III
TATA LAKSANA

I.   PERSIAPAN
Hal-hal yang perlu dipersiapan sebelum pelaksanaan kegiatan pemantauan lingkungan fisik puskesmas :
1.   Menyiapkan jadwal pemantauan dan ceklis pemantauan
2.   Mempersiapkan sarana dan prasarana.
3.   Pelaksanaan kegiatan pemantauan.

II.  PELAKSANAAN
Pelaksanaan kegiatan pemantauan lingkungan fisik puskesmas adalah :
1.   Petugas mempersiapkan ceklis pemantauan sara dan prasarana puskesmas dan ceklis pemantauan bangunan puskesmas dan ceklis pemantaun fasilitas sanitasi puskesmas.
2.   Petugas melaksanakan pemantauan sarana dan prasarana puskesmas,bangunan puskesmas dan fasilitas sanitasi puskesmas sesuai ceklis yang telah di sediakan.
a.    Melakukan pemantauan terhadap keamanan pada umumnya di lingkungan Puskesmas.
b.   Melakukan pemantauan terhadap penglolaan bahan berbahaya.
c.    Melakukan pemantauan terhadap pembuangan limbah bebahaya.
d.   Melakukan pemantauan terhadap instalasi listrik,air,ventilasi,gas dan sistem lain secara berkala.
e.    Merumuskan menegement emergensi terhadap wabah,bencana dan keadaan emergensi lainnya.
f.     Melakukan sistem pengelolaan peralatan medis.
g.    Melakukan pengamanan terhadap kebakaran.
3.   Petugas mengisi ceklis yang telah dipersiapkan.
4.   Petugas melaporkan hasil pemantauan kepada kepala puskesmas.
5.   Petugas mendokumentasi hasil pemantauan.


BAB IV
DOKUMENTASI

Setelah dilaksanakan kegiatan pemantuan lingkungan fisik puskesmas,maka dilakukan pencatatan dan pelaporan sebagai berikut :  
·         Laporan hasil pelaksanaan pemantauan



Minggu, 22 Oktober 2017

KERANGKA ACUAN ANTENATAL CARE K1 ,AKREDITASI PUSKESMAS

KERANGKA ACUAN
ANTENATAL CARE K 1

KERANGKA ACUAN  ANTENATAL CARE K1 ,AKREDITASI PUSKESMAS
KERANGKA ACUAN  ANTENATAL CARE K1 ,AKREDITASI PUSKESMAS
A.   Pendahuluan.
Peningkatan pada pelayanan kebidanan dasar memerlukan pentingnya pemberdayaan masyarakat terutama pada ibu dan keluarga dengan bantuan tenaga kesehatan yaitu seorang bidan untuk mengatasi masalah yang mungkin akan dijumpai pada ibu hamil yang usia kehamilan 1-12 minggu dalam memberikan pelayanan dasar juga perlu diperhatikan bahwa sasaran langsung pelayanan ibu hamil pada trimester 1. Pelaksanaan pelayanan ANC K 1 mempunyai tugas untuk melakukan pemeriksaan dan konseling terhadap ibu hamil agar  dapat melalui kehamilannya sehat dan selamat.
B.   Latar belakang.

Sebagian ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya pada trimester 1 karena beberapa alasan. Mereka perlu dikunjugi kerumahnya sejak awal. Oleh karena itu ,banyak ibu hamil yang tidak terdekteksi oleh tenaga kesehatan.
Puskesmas sebagai lini terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan perlu melakukan sosialisasi pada masyarakat.
C.   Tujuan umum.
Meningkatkan kunjungan ANC dengan cakupan k1 murni.
D.  Tujuan khusus.
1.   Mengetahui identitas pasien dan kondisi keluarga serta perilaku kehidupan se hari hari.
2.   Mengetahui secara dini riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu
3.   Mengetahui umur kehamilan dan perkiraan persalinan.
4.   Mengenali sejak dini faktor resiko .
5.   Memberikan konseling dan motivasi pada ibu tentang kehamilannya
6.   Meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilan sesuai umur kehamilan dan untuk mengikuti kelas ibu hamil
Kegiatan Pokok.
1.   Anamnese
2.   Pemeriksaan fisik meliputi
a.    Menimbang berat badan ibu hamil.
b.   Mengukur tinggi badan .
c.    Mengukur tekanan darah.
d.   Mengukur lingkar lengan atas ibu hamil.
e.    Memberikan imunisasi TT
f.     Memberikan tablet tambah darah.
g.    Melakukan palpasi.
h.   Mengukur tinggi fundus uteri
i.     Memeriksa denyut jantung janin
j.     Temu wicara

E.   Cara Melaksanakan kegiatan

Kegiatan pemeriksaan ibu hamil diruang KIA Puskesmas ......
 F.   Sasaran
Ibu hamil yang usia kehamilannya 1-12 minggu.
G.  Jadwal Pelaksanaan kegiatan
a.    Diruang KIA setiap hari kerja Puskesmas ,,,,,,,
b.   Diluar gedung setiap kegiatan Posyandu sesuai jadwal kegiatan oleh bidan wilayah.

H.  Evaluasi dan Pelaporan.

Ketepatan jadwal dan peran serta aktif dalam pelaksanaan kegiatan dan dilaporkan secara tertulis kepada kepala Puskesmas mengenai K 1.

Sabtu, 21 Oktober 2017

SOP PERAWATAN NIFAS , AKREDITASI PUSKESMAS

SOP PERAWATAN NIFAS , AKREDITASI PUSKESMAS
SOP PERAWATAN NIFAS , AKREDITASI PUSKESMAS




KEGIATAN KONSELING PADA PERAWATAN NIFAS


SOP
No. Dokumen   :
No. Revisi        :
Tanggal Terbit :
Halaman         :
UPT Puskesmas





1. Pengertian

Masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari.
2. Tujuan
  1.  Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologiknya. 
  2. Melaksanakan skrining yang komprehensip, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
  3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi yang sehat.
  4. Memberikan pelayanan KB.
  5. Mempercepat involusi alat kandung.
  6. Melancarkan pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium.
  7. Melancarkan fungsi alat gastro intestinal atau perkamihan.
  8. Meningkatkan kelancaran peredarahan darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme.
3. Dasar Kebijakan
Paling sedikit ada 4 kali kunjungan masa nifas yang dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. Untuk mencegah, mendeteksi serta menangani masalah – masalah yang terjadi.         
4. Ruang Lingkup
Bagian KIA UPT Puskesmas .............

5. Prosedur Pelaksanaan

1.   Kunjungan pertama : dilakukan 6-8 jam setelah persalinan dengan tujuan untuk mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri, mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan berlanjut, memberikan konseling pada ibu dan keluarganya bagaimana cara mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri, pemberian ASI, dan melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir, menjaga bayi tetap sehat dengan mencegah hipotermia.
2.   Kunjungan kedua : 3 hari setelah persalinan dengan tujuan untuk memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus di bawah pusat, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau, menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal, memastikan ibu mendapat cukup istirahat, makan dan cairan; memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit, memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari; menganjurkan ibu untuk minum tablet darah sampai 40 hari setelah persalinan, memberi penjelasan tentang Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan infeksi saluran reproduksi.
3.   Kunjungan ketiga : 2 minggu setelah persalinan dengan tujuan sama dengan kunjungan pada 6 hari setelah persalinan.
4.   Kunjungan keempat, 6 minggu (40 hari) setelah persalinan dengan tujuan menanyakan kepada ibu tentang penyulit yang dialami atau bayinya, memberikan konseling untuk ber-KB secara dini (Saroha,2009)

6. Penanggung jawab

·     Bidan Koordinator
·     Dokter Fungsional UPT Puskesmas .............

7. Distribusi Dokumen


Bagian KIA

SOP BALITA GIZI BURUK


sop,gizi buruk,akreditasi puskesmas
sop gizi buruk




KUNJUNGAN RUMAH PADA BALITA DENGAN GIZI BURUK
SOP
No. Dokumen
:
No. Revisi
: 0
Tanggal Terbit
:
Halaman
: 1/2
UPT PUSKESMAS .........







Pengertian
Kunjungan rumah adalah pelaksanaan pembinaan kesehatan keluarga dengan masalah kesehatan balita dengan gizi buruk

Tujuan
Sebagai acuan dalam melaksanakan pembinaan keluarga dengan masalah  balita dengan gizi buruk sehingga keluarga mendapatkan derajad kesehatan yang optimal.

Kebijakan
SK Kepala Puskesmas No.............. tentang pemberlakuan SOP pelayanan kesehatan dengan maslah gizi

Referensi
1.   PMK no HK 0202/ Menkes/148/1/20110 tentang Ijin dan penyelenggaraan praktik perawat
2.   KMK no 279/Menkes/SK/IV/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas.

Prosedur

A.   Persiapan alat dan bahan
1.   PHN KIT
2.   Family Folder
3.   Alat tulis menulis

B.   Pelaksanaan
1.   Petugas melakukan pendekatan kepada keluarga dengan menjelaskan tujuan dari perkunjungan rumah
2.   Petugas melakukan pemeriksaan fisik ( berat badan, tinggi badan, LILA)
3.   Petugas melakukan kroscek dengan KMS
4.   Petugas mengkaji kondisi lingkugan keluarga yang mempengaruhi kondisi kesehatannya
5.   Petugas mengidentifikasi masalah kesehatan pasien
6.   Petugas mengidentifikasi penyebab terjadinya gizi buruk
7.   Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang pemberian asupan nutrisi yang benar pada balita sesuai kebutuhan