Selasa, 26 November 2019

KERANGKA ACUAN MBS (MASS BLOOD SURVEY) MALARIA


PEMERINTAH KABUPATEN .............
                                                DINAS KESEHATAN                            
UPT PUSKESMAS .............
Alamat : Jln.  ............. Kembaran Kecamatan .............
Kabupaten .............Telp. .....Kode Pos......
Email :

KERANGKA ACUAN MBS (MASS BLOOD SURVEY)

akreditasi puskesmas,sop,kerangka acuan
Nyamuk Malaria


1.PENDAHULUAN
Keberhasilan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, dimana pembangunan sektor kesehatan merupakan salah satu unsur penentu .untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas masyarakat harus bebas dari berbagai penyakit, termasuk penyakit malaria.
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini memberi konstribusi yang tinggi terhadap angka kesakitan bayi, balita dan ibu hamil.

2.LATAR BELAKANG
Selama tahun 2001 – 2005 kejadian luar biasa malaria terjadi  di 15 propinsi meliputi  30 kabupaten di 93 desa dengan jumlah penderita hampir  20.000 orang dengan 389 kematian. terjadinya peningkatan kasus malaria yang cenderung mengarah keterjadinya KLB di beberapa daerah, salah satu penyebabnya adalah pemantauan dan analisa data malaria yang masih lemah di semua jenjang, sehingga tindakan yang dilaksanakan sering tidak memberikan hasil yang optimal.
Untuk mendapatkan kejelasan tentang terjadinya KLB, maka perlu dilakukan konfirmasi kebenaran ke lapangan dilakukan oleh petugas puskesmas/kabupaten agar memperoleh  informasi yang lebih jelas dengan melakukan kegiatan MBS ( mass blood sample ). MBS adalah pengambilan darah terhadap penduduk setempat wilayah endemis malaria untuk diperiksa secara mikroskopis atau RDT. Bila positif malaria, diikuti oleh pengobatan standar yang sesuai dengan plasmodiumnya.

3.TUJUAN
a.     Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat malaria
b.     Mencegah penularan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk sebagai vektor malaria.
c.     Mendeteksi secara dini penularan penyakit malaria dilingkungan penduduk.
d.     Mengobati secara cepat dan tepat penyakit malaria sesuai plasmodiumnya.

4.KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1.     Kegiatan pokok : pengambilan sampel darah.
2.     Rincian kegiatan :
a.      Tahap Identifikasi
b.     Tahap Pelaksanaan
c.      Hasil Sampel Darah

5.CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
a.     Menentukan jumlah penduduk
b.     Masyarakat yang akan diambil darahnya dicatat nama, umur dan alamatnya
c.     Lakukan pemeriksaan darah secara mikroskopis atau RDT
d.     Bersihkan daerah yang akan ditusuk menggunakan kassa atau tissue
e.     Tekan ujung jari dan tusuk menggunakan lanset yang disediakan.
f.      Bersihkan  tetesan darah pertama dengan kain kassa atau kapas steril
g.      Ambil darah menggunakan slide yang disediakan
h.    Catat nama dan tanggal pengambilan darah

6.SASARAN
Sasaran adalah warga atau penduduk yang tinggal di daerah endemis malaria dengan target 80 %.

7.JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal dilaksanakan dilaksanakan di desa endemis malarian dan diikuti oleh semua warga.

8.EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi dilakukan setelah selesai kegiatan dengan membuat rencana tindak lanjut sesuai dengan hasil pemeriksaan sampel darah.
         9.PENCATATAN, PELAPORAN  DAN EVALUASI
        Pencatatan, pelaporan dan evaluasi dilaksanakan setiap bulan.