Sabtu, 10 Maret 2018

KERANGKA ACUAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT CAMPAK



  
A.PENDAHULUAN
Campak adalah suatu penyakit akut yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Campak disebut juga rubeola, morbili, atau measles. Penyakit ini ditularkan melalui droplet ataupun kontak dengan penderita. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 8-13 hari. Campak ditandai dengan gejala awal demam, batuk, pilek, dan konjungtivitis yang kemudian diikuti dengan bercak kemerahan pada kulit (rash). 1,7,8 Dampak penyakit campak di kemudian hari adalah kurang gizi sebagai akibat diare berulang dan berkepanjangan pasca campak, sindrom radang otak pada anak diatas 10 tahun, dan tuberkulosis paru menjadi lebih parah setelah sakit campak berat.


Untuk itu perlu adanya penanganan khusus bila ada seseorang yang menderita penyakit campak agar tidak menimbulkan wabah. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan antara lain dengan imunisasi ( rutin, crash program, catch up dan bias ), penyuluhan kesehatan dan pencegahan kontak dengan penderita.

B.LATAR BELAKANG
Campak dalam sejarah anak telah dikenal sebagai pembunuh terbesar,meskipun adanya vaksin telah dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu,virus campak ini menyerang 50 juta orang setiap tahun dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian. Insiden terbanyak berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit campak yaitu pada negara berkembang,meskipun masih mengenai beberapa negara maju seperti Amerika Serikat. Campak adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan  imunisasi dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini umumnya menyerang anak umur di bawah lima tahun (balita) akan tetapi Campak bisa menyerang semua umur. Campak telah banyak diteliti, namun masih banyak terdapat perbedaan pendapat dalam penanganannya Imunisasi yang tepat pada waktunya dan penanganan sedini mungkin akan  mengurangi komplikasi penyakit ini.


 C.TUJUAN KEGIATAN
Tujuan Umum :
Melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Campak sehingga menekan terjadinya KLB
Tujuan Khusus :
·         Melakukan deteksi dini dan pengobatan tepat dalam rangka pemutusan rantai penularan
·         Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit campak
·         Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit campak
·         Penanggulangan KLB Campak.



D.CARA MELAKUKAN KEGIATAN
1.     Pelaporan kasus campak mingguan dan bulanan
2.     Pemberian Imunisasi ( rutin, crash program, BIAS )
3.     Penyuluhan kesehatan antara lain tentang pencegahan penyakit campak dan peningkatan gizi penderita
4.     Mencegah kontak dengan penderita
5.     Penyelidikan  KLB Campak

E.SASARAN
1. Bayi dan balita di wilayah Puskesmas ..............
2. Masyarakat di wilayah Puskesmas ..............
3. Murid SD di wilayah Puskesmas ..............


F.JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
No
Jenis Kegiatan
Lokasi
Sasaran
Tgl. Pelaksanaan
Keterangan
1
Pelaksanaan Imunisasi Campak
Puskesmas ..............
Bayi di wilayah Puskesmas ..............
Sesuai jadwal


BIAS
SD di wilayah Puskesmas ..............
Murid SD kelas 1


2
Pelaporan campak mingguan
Puskesmas ..............
Pasien yang berkunjung di Puskesmas ..............
Setiap minggu

3
Pelaporan campak bulanan
Puskesmas ..............
DKK
Setiap bulan


G.EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN :
Evaluasi dilakukan penanganan kasus campak di BP. dari kasus yang terjadi dievaluasi bila ada peningkatan kasus baru atau kematian campak pada suatu wilayah selama kurun waktu tiga minggu atau lebih berturut-turut. atau terjadinya peningkatan kasus baru campak dua kali atau lebih dibandingkan dengan minggu yang sama pada periode waktu tahun sebelumnya
Evaluasi oleh pelaksana ( pemegang program Campak ) dilakukan setiap minggu dan tiap bulan hasil evaluasi dilaporkan ke Dinas Kesehatan tiap minggu dan tiap bulan.



H.PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan di dalam Form W2 Pengevaluasian dilaksanakan  setiap bulan dalam mini lokakarya Puskesmas