Minggu, 04 Maret 2018

SOP Pelayanan TB


         
Pengertian
Tuberkulosis  adalah penyakit menular  disebabkan oleh kuman tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) umumnya menyerang paru, tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, selaput otak, kulit, tulang dan persendian, usus, ginjal dan organ tubuh lainnya 
Tujuan
1.  Mempermudah dam memperlancar pelayanan pada penderita TB  Paru.
2.  Memutuskan rantai penularan TBC Paru.
3.  Menurunkan angka kesakitan dan kematian TBC Paru.







Kebijakan
Pelayanan penderita TB mengacu pada langkah-langkah yang telah ditetapkan.
 Referensi
Buku Pedoman Nasional P2TB  DepKes.RI  Tahun 2014
Prosedur
1.Persiapan Petugas / alat:
a.     Pengelola P2 TB
b.     Ruang Pengelola
c.     Meja, kursi dan kipas angin
d.     ATK dan buku register
e.     Buku penderita TB.01, TB.02, TB.05  dan TB.06
f.      OAT
g.     Pot dahak
h.    Slide dan Ose serta Lampu spritus.
2.Prosedur:
a.     Pasien mendaftar diloket kartu
b.     Petugas  pendaftaran  menanyakan dan mencatat identitas pasien : nama, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat lengkap, dan pekerjaan pasien kemudian mencari dan mengisi rekam medis penderita.
c.     Rekam medis pasien dibawa ke ruang klinik  berdasarkan nomor  urut pendaftaran.
d.     Pasien disilahkan duduk sambil menunggu namanya di panggil
e.     Pasien dipanggil perawat melakukan anamnesa dan vital sign.
f.      Penderita masuk di ruang  dokter.
g.     Dokter melakukan anamese penderita mengenai keluhan ada batuk/tidak,  berapa lamabatuk dan bila tersangka TB, dokter merujuk untuk   pemeriksaan   dahak ke Pengelola TB.
h.    Penderita ke ruang pengelola TB.
i.      Penderita dipersilahkan masuk dan duduk
j.      Pengelola TB melalukan anamese ulang dan mencatat mengenai berapa lama batuk,berdahak/tidak, dahak bercampur darah/tidak, sesak nafas/tidak, nyeri dada /tidak, kurang nafsu makan/tidak, berat badan menurun/tidak, riwayat kontak dengan penderita TBC dan apakah pernah minum obat paru-paru selama kurang   dari 1bulan atau lebih dari 1 bulan.
k.     Pengelola TB mengisi form TB 05 untuk pemeriksaan sputum
l.      Mengisi buku daftar suspek  TB.06
m.   Pengelola memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan dahak dan cara batuk   yang benar untuk mendapatkan dahak yang kental dan purulen.
n.    Memberikan pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan pengambilan dilakukan di belakang Puskesmas
o.     Memeriksa kekentalan, warna dan volume dahak. Dahak yang baik untuk pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-hijauan (mukopurulen), kental, dengan volume 3-5ml. Bila volumennya kurang, pengelola harus   meminta agar penderita batuk lagi sampai volumenya mencukupi.
p.     Jika tidak ada dahak keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai dan harus dimusnahkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kontaminasi kuman  TBC. 
q.     Memberikan label pada diding pot yang memuat nomor identitas sediaan dahak  sesuai dengan TB.06
r.      Memberikan pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk diisi di rumah  penderitadan disuruh datang besok pagi membawa dahak paginya dan kemudian   petugas mengambil dahak sewaktu kunjungan kedua.
Dokumen terkait
1.  Rekam medis
2.  Formulir program TB
Unit terkait
1.  RM
2.  BPU
3.  Laboratorium
4.  Gizi
5.  Farmasi



Catatan Perubahan Dokumen.

No
Yang dirubah
Isi perubahan
Tgl. Mulai
diberlakukan