Senin, 19 Februari 2018

SOP Penanganan Malaria

SOP Penanganan Malaria


1.  Pengertian
Merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh parasit Plasmodium  yang  menyeran eritrosi da ditanda dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah, dengan gejala demam, menggigil, anemia, dan pembesaran limpa
2.  Tujuan
Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan Penyakit Malaria
3.  Kebijakan
SK Kepala Puskesmas Banyuasin Nomor 004/2017 tentang Pelayanan Klinis



4.  Referensi
Permenkes RI nomor 5 tahun 2014, Kemenkes RI.
5.  prosedur/ Langkah- langkah

Uraian Kegiatan
perawat
dokter
penunjang
1. Lakukan Anamnesa
Demam hilang timbul, pada saat demam hilang disertai dengan menggigil, berkeringat, dapat disertai dengan sakit kepala, nyeri otot dan persendian, nafsu makan menurun, sakit perut, mual muntah, dan diare.
Faktor resiko :
a.    Riwayat menderita malaria sebelumnya.
b.   Tinggal di daerah yang endemis malaria.
c.    Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemic malaria.
d.   Riwayat mendapat transfusi darah




2. Lakukan Pemeriksaan Fisik
a.    Pada periode demam:
Kulit terlihat memerah, teraba panas, suhu tubuh meningkat dapat sampai di atas 400C dan kulit kering, Pasien dapat terlihat pucat, Nadi teraba cepat.
b.   Pada periode dingin dan berkeringat
Kulit teraba dingin dan berkeringat,Nadi teraba cepat dan lemah,Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan kesadaran
Kepala    :   Konjungtiva anemis, sklera ikterik, bibir sianosis, dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku kuduk.
Toraks   :  Terlihat pernapasan cepat.
Abdomen  :  Teraba pembesaran hepar dan limpa, dapat juga ditemukan asites.
Ginjal          :  bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman, oligouri atau anuria.
Ekstermitas :  akral teraba dingin merupakan tanda-tanda menuju syok.


3. Lakukan Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan   hapusan   darah   tebal   dan   tipis   ditemukan   parasit Plasmodium; atau Menggunakan Rapid Diagnostic Test untuk malaria (RDT).



4. Dilakukan Penegakan Diagnosis
a.      Diagnosis Klinis  ditegakkan berdasarkan anamnesis (Trias Malaria: panas –menggigil– berkeringat), pemeriksaan fisik, dan ditemukannya parasit plasmodium pada pemeriksaan mikroskopis hapusan darah tebal/tipis.
a.      Diagnosis Banding:  Demam Dengue, Demam Tifoid, Leptospirosis,  Infeksi virus akut lainnya




5. Lakukan Rencana Penatalaksanaan   Komprehensif

a. Pengobatan malaria falsiparum
Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination = FDC yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg  Piperakuin. Untuk dewasa dengan Berat Badan (BB) sampai dengan 59 kg  diberikan DHP peroral 3 tablet satu kali per hari   selama 3 hari dan Primakuin 2 tablet  sekali  sehari  satu  kali  pemberian,  sedang  untuk  BB  >.60  kgdiberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin 3 tablet sekali sehari satu kali pemberian.Dosis DHA = 2-4 mg/kgBB (dosis tunggal), Piperakuin = 16-32 mg/kgBB (dosis tunggal), Primakuin = 0,75 mg/kgBB (dosis tunggal).Pengobatan  malaria  falsiparum  yang  tidak  respon  terhadap  pengobatan DHP. Lini kedua: Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/ hari selama 7 hari), Doksisiklin = 3,5 mg/kgBB per hari   ( dewasa,  2x/hr  selama7  hari) ,  2,2  mg/kgBB/hari  ( 8-14  tahun,2x/hr selama7 hari),  T etrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hr selama 7 hari).
b. Pengobatan malaria vivax dan ovale
Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP), diberikan peroral satu kali per hari  selama 3 hari,p ri m ak u in = 0 ,2 5 mg/kgBB/hari (selama 14 hari). Pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap pengobatan DHP. Lini kedua: Kina + Primakuin. Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hr selama 7 hari), Primakuin = 0,25 mg/kgBB (selama 14 hari). Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh):
1. Diberikan   lagi   regimen   DHP   yang   sama   tetapi   dosis   primakuin ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/hari.
2.Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila pemberian Primakiun dosis 0,25 mg/kg BB/hr sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit  kembali  dengan  parasit  positif  dalam  kurun  waktu  3  minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan.
c. Pengobatan malaria malariae
Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin.
d. Pengobatan infeksi campuran antara malaria falsiparum dengan malaria vivax/malaria ovale dengan DHP. Pada penderita dengan infeksi campuran diberikan DHP 1 kali per hariselama 3 hari, serta DHP 1 kali per hari selama 3 hari serta Primakuin dosis 0,25 mg/kgBB selama 14 hari.
e. Pengobatan malaria pada ibu hamil
1. Trimester pertama diberikan Kina tablet 3x 10mg/ kg BB + Klindamycin, 10mg/kgBB selama 7 hari.
2. Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari.







6. Pencatatan dokumentasi dalam rekaman medis





6.  Unit terkait
RAWAT JALAN, UGD, RAWAT INAP, PROGRAMER MALARIA, LABORATORIUM


7.  Rekaman History Perubahan


No

Yang diubah

Isi Perubahan
Tanggal mulai diberlakukan