Sabtu, 23 Desember 2017

KAK Gizi PMT-P Balita KEP,Akreditasi Puskesmas



PEMERINTAH KABUPATEN ..................
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS ..................
Jl. .................. Kembaran Kec. Loano Kab. ..................
Telp. (0275) 7530004 Kode Pos : 54181
Email: puskesmas..................@gmail.com


KERANGKA ACUAN KEGIATAN GIZI
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIHAN (PMT-P) BALITA
KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)

KAK ,Gizi, PMT-P, Balita, KEP,Akreditasi, Puskesmas,
KAK Gizi PMT-P Balita KEP,Akreditasi Puskesmas

A. Pendahuluan
Dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, khususnya pada Bab V111 tentang Gizi, pada pasal 141 ayat I menyatakan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi dan peningkatan akses mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu serta teknologi. Upaya pembinaan dan intervensi gizi yang dilakukan oleh pemerintah secara bertahap dan berkesinambungan yaitu dengan program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Balita Kurang Energi Protein (KEP).
         
B. Latar Belakang

Program perbaikan gizi masyarakat merupakan program pokok untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Masalah gizi merupakan masalah yang penanganannya harus dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai sektor, bukan hanya dengan pendekatan medis. Masalah gizi berkaitan erat dengan masalah ekonomi dan perilaku serta pengetahuan masyarakat. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang, kesehatan dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan dampak kedepan jika kesehatan terabaikan. Keadaan gizi masyarakat yang optimal, dapat meningkatkan produktifitas dan angka harapan hidup masyarakat.
Keadaan gizi masyarakat di wilayah Kecamatan Loano berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) kegiatan operasi timbang pada tahun 2015 dengan indikator BB/U diperoleh data balita status gizi sangat kurang 0,8 %, kurang 7,9%, baik 90,4% dan lebih 0,74%. Dengan indikator TB/U terdapat balita dengan status gizi sangat pendek 3,02%, pendek 8,8% dan normal 87,47% tinggi 0,43%. Sedangkan dengan indikator BB/TB terdapat balita dengan sangat kurus 0,06 status gizi kurus 3,82 % normal 93,02% dan gemuk 28,9%.
Sebagai tindak lanjut maka puskesmas sebagai lini terdepan dari struktur jajaran kernentrian kesehatan menjadi penggerak utama di masyarakat dalarn penanggulangan masalah gizi serta mengajak semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan penganggulangan masalah gizi. Kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok balita di Kecamatan Loano diatasi dengan menyelenggarakan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) yaitu bahan modisco (susu, minyak, gula) dan biscuit.

C. Tujuan
1.   Tujuan umum
Menurunkan prevalensi Kurang Energi Protein (KEP) pada balita
2.             Tujuan khusus
a.    Meningkatkan cakupan balita, gizi buruk yang mendapat perawatan
b.   Meningkatkan cakupan N/D Posyandu
c.    Menurunkan prevalensi KEP balita
d.   Meningkatkan status gizi masyarakat

D. Tata Nilai Program
No
Tata Nilai
Arti
1
Profesional 
Petugas/pelaksana pelayanan sesuai dengan kompetensi dan kepatuhan pada prosedur yang ditetapkan
2
Integritas
Kemampuan petugas untuk bertindak sesuai dengan nilai, norrna dan etika dalam organisasi
3
Manfaat
Pelayanan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan standar pelayanan minimal

E. Tata Hubungan Kerja (Peran Lintas Upaya dan Lintas Sektor)
No
Lintas Upaya dan Lintas Sektor
Peran
1
Ukp (Perawat, Dokter)
§  Melakukan perneriksaan kesehatan balita gizi buruk/ gizi kurang
§  Merujuk ke faskes yang lebih tinggi bila diperlukan
2
Bidan
§  Melakukan SDIDTK tiap 6 bulan sekali
3
Promkes
§  Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
4
PKK
§  Menggerakkan masyarakat dalam kegiatan posyandu balita
§  Memotivasi Posyandu supaya aktif
5
Kader
§  Kader Pendampingan dan pemantauan pemberian PMT

F.  Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
Pengadaan bahan makanan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P), pendistribusian dan pemantauan pemberian PMT-P kepada sasaran balita Kurang Energi Protein (KEP) terutama dari keluarga tidak mampu atau miskin.

G. Cara Melaksanakan Kegiatan
Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) balita KEP dilakukan dengan cara :
1.   Petugas gizi mengumpulkan data jumlah sasaran balita penerima bantuan PMT-P
2.   Petugas gizi mengusulkan kebutuhan PMT-P
3.   Pengadaan bahan makanan PMT-P
4.   Petugas gizi melakukan distribusi PMT-P ke sasaran dengan cara, kunjungan rumah
5.   Petugas gizi memberikan edukasi dan mencatat pemberian PMT-P
6.   Petugas gizi melakukan pemantauan dan evaluasi.
7.   Petugas gizi melaporkan hasil kegiatan pemberian PMT-P ke Dinas Kesehatan Kabupaten.

H. Sasaran
Sasaran Pembedan Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) balita KEP yaitu:
1.   Balita status gizi sangat kurus dan kurus usia 6-59 bulan terutama dari keluarga miskin
2.   Balita status gizi sangat kurang dan gizi kurang usia 6-59 bulan terutama dari keluarga miskin

 I.   Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
No
Kegiatan
Bulan Pelaksanaan Tahun 2016
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Pengadaan PMT-P







v





Distribusi PMT-P







v
v
v



Pemantauan PMT-P








v
v
v


J.  Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan melaporkan hasil kegiatan ke     koordinator program UKM dan kepala puskesmas setiap bulan selama pemberian PMT-P

K. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
Pencatataan dan pelaporan program gizi Puskesmas .................. dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten ...................