Kamis, 19 April 2018

7632 SOP SOP PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN OBAT DAN/CAIRAN INTRAVENA


SOP SOP PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN OBAT DAN/CAIRAN INTRAVENA




SOP PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN OBAT DAN/CAIRAN INTRAVENA


SOP
No. Dokumen                      
: SOP/    /   /.../201
No. Revisi
: 0
Tanggal Terbit 
:
Halaman
: 1 dari 4

Tanda tangan Kepala Puskesmas




1. Pengertian
Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit.
2. Tujuan
Sebagai acuan petugas dalam penggunaan dan pemberian obat dan/ cairan intravena di Puskesmas ...............
3. Kebijakan
Surat keputusan Kepala Puskesmas .............. nomor ... tentang Penggunaan dan Pemberian Obata dan/ Cairan Intravena di Puskesmas ...............
4. Referensi
1.        Alimul Hidayat, A. Aziz.2006, Keterampilan Dasar Praktik Klinik Edisi 2. salemba medika widjaya grand center D7. jakarta hal 207-229
2.        Saifudin. Abdul bari. 2010, Ilmu Kebidanan. Bina pustaka prawiro hardjo hal jakarta hal 67-80.
5. Prosedur
Alat dan bahan
1.   Buku catatan pemberian obat atau kartu obat
  1. Kapas alkohol
  2. Sarung tangan
  3. Obat yang sesuai
  4.  Spuit 2 ml – 5 ml
  5. Bak spuit
  6. Baki obat
  7. Plester
  8. Perlak pengalas
  9. Pembendung vena (torniquet)
  10. Kassa steril (bila perlu)
  11. Bengkok
Langkah-langkah
  1. Cuci tangan
  2.  Siapkan obat dengan prinsip 6 benar
  3. Salam terapeutik
  4. Identifikasi klien
  5. Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan diberikan
  6. Atur klien pada posisi yang nyaman
  7. Pasang perlak pengalas
  8. Bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja
  9. Letakkan pembendung
  10. Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan, peradangan, atau rasa gatal. Menghindari gangguan absorbsi obat atau cidera dan nyeri yang berlebihan.
  11. Pakai sarung tangan
  12. Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol, dengan gerakan sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode ini dilakukan untuk membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme.
  13. Pegang kapas alkohol, dengan jari-jari tengah pada tangan non dominan.
  14. Buka tutup jarum. Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm dibawah area penusukan dengan tangan non dominan. Membuat kulit menjadi lebih kencang dan vena tidak bergeser, memudahkan penusukan. Sejajar vena yang akan ditusuk perlahan dan pasti. Pegang jarum pada posisi 30.
  15. Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum ke dalam vena
  16.  Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel dari spuit dan tangan dominan menarik plunger.
  17. Observasi adanya darah pada spuit
  18. Jika ada darah, lepaskan terniquet dan masukkan obat perlahan-lahan.
  19. Keluarkan jarum dengan sudut yang sama seperti saat dimasukkan, sambil melakukan penekanan dengan menggunakan kapas alkohol pada area penusukan
  20. Tutup area penusukan dengan menggunakan kassa steril yang diberi betadin
  21. Kembalikan posisi klien
  22. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan ke dalam bengkok
  23. Buka sarung tangan
  24.  Cuci tangan
  25. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
6. Unit Terkait
 Unit balai Pengobatan Umum
Unit Balai pengobatan Gigi
Unit Kesehatan Ibu Anak dan keluarga Berencana







Rekaman historis perubahan
No
Isi perubahan
Tgl. Mulai
Diberlakukan